Bagaimana Cara Mengirim Paket Ke Luar Negeri

Cara termudah dan termurah untuk mengirim barang ke luar negeri adalah dengan menggunakan layanan pengiriman paket luar negeri Kilo.id. Ya, Kilo.id juga memiliki layanan pengiriman ke luar negeri yang terbagi dalam beberapa layanan khusus.

Pertama, kami dapat mengirim barang atau paket ke luar negeri menggunakan Layanan AGEN biasa. Layanan ini cocok untuk pengiriman yang tidak membutuhkan kecepatan pengiriman yang cepat, terutama dokumen / paket sederhana yang dapat kita kemas dengan menggunakan amplop atau paket sample. Biaya termurah, dengan perkiraan waktu pengiriman maksimal hanya 5 hari, tidak sampai berminggu-minggu.

Kedua, layanan Kilo.id yang efisien. Untuk layanan ini tarif pengirimannya tidak jauh berbeda dengan layanan agent, namun pengirimannya dibatasi karena kapal hanya berangkat 1 minggu 4 kali dan menggunakan vendor kelas dunia. Namun tetap saja pengiriman Kilo.id ke seluruh dunia, estimasi pengiriman maksimal hanya 1 minggu, karena Kilo.id Package Delivery Service adalah solusi yang tepat untuk kebutuhan pengiriman paket Fast Anda.

Ketiga, Layanan jasa ekspor indonesia ke thailand. Untuk layanan kelas dunia ini sangat disarankan bagi anda yang ingin mengirim paket dengan fasilitas pelacakan langsung di ekspor indonesia ke thailand atau Kilo.id agar posisi paket benar-benar real time. Kecepatan pengirimannya cukup mengesankan. Perkiraan waktu pengiriman minimal 3 hari, dan maksimal 5 hari untuk tujuan Eropa.

Yang perlu diperhatikan adalah berat atau volume barang atau paket kita. Karena ada 2 jenis penghitungan tarif untuk pengiriman paket ke luar negeri, yang pertama diukur adalah berat sebenarnya, dan yang kedua adalah perhitungan volumetrik berat paket berdasarkan dimensi barang, contoh cara menghitungnya adalah PXLXT: 5000 inci. 

Jika berat sebenarnya adalah 1kg tetapi paket volumetriknya 2kg maka yang diambil adalah yang terberat, dan jika kalkulasi adalah P x W x H: 5000 dan hasilnya 1,75 dibulatkan menjadi 2 Kg untuk layanan ekspor indonesia ke thailand. tetapi untuk Agen Servis perhitungan tarifnya flat / Kg. Jika berat paket hanya 1,2 kg maka akan dibulatkan menjadi 2 kg karena per kg datar.


Share:

Tips aman berwisata ke Bali dengan mobil sendiri saat terjadi pandemi

Bepergian ke Bali dengan mobil adalah alternatif terbaik. Apalagi untuk menyambut masa adaptasi kebiasaan baru. Dimana sejumlah kawasan wisata secara bertahap mulai dibuka kembali. Beberapa objek wisata di Bali termasuk.

Namun anggapan banyak orang salah. Mengingat pandemi Covid-19 belum berhenti menghantui negeri ini. Namun, di sisi lain Anda juga butuh liburan untuk kesehatan mental. Apalagi setelah berbulan-bulan membatasi aktivitas. Dan hanya di rumah. Kini saatnya berwisata ke tempat wisata yang menarik. Dan salah satu wisata yang paling menarik adalah ke Bali.

Nah, berwisata ke Bali menggunakan mobil sendiri sebenarnya bisa jadi pilihan. Karena Anda bisa meminimalkan risiko interaksi dengan orang lain. Mengingat pentingnya menjaga jarak selama pandemi ini.

Setiap tur harus memperhitungkan keamanan dan keselamatan. Apalagi jika Anda ingin berlibur ke Bali saat terjadi pandemi ini. Nah, agar perjalanan Anda ke Bali dengan mobil sendiri tetap aman dari Covid-19, Anda bisa menerapkan tips berikut ini:

Memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Bali

Sebelum Anda berwisata ke Bali, Anda harus memenuhi persyaratan untuk perjalanan domestik. Seperti membawa KTP atau identitas yang masih berlaku, Serta menunjukkan Kode QR ke tugas verifikasi.

Kemudian, Anda juga diharuskan membawa hasil rapid test atau tes PCR. Asalkan hasil tes negatif (non reaktif).

Selanjutnya, Anda harus siap menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Serta mengunduh dan mengaktifkan aplikasi "Care Protect" di smartphone. Yang berguna untuk memberikan notifikasi zona merah Covid-19 saat berada di keramaian.

Mencari informasi tentang destinasi wisata

Mengetahui tentang Tempat Wisata Di Bali yang akan dituju sangatlah penting sebelum mengunjungi Bali. Apalagi menyangkut status tempat wisata itu sendiri. Anda harus memastikan area yang akan dikunjungi berada di zona hijau.

Anda harus memahami protokol kesehatan yang di terapkan oleh sejumplah tempat wisata yang ada di bali. Serta memastikan bahwa destinasi wisata yang dituju telah melewati verifikasi standar protokol kesehatannya.

Sehingga keamanan anda selama berada di tempat wisata bisa lebih terjamin. Karena sarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan sudah memadai.

Mengecek kondisi mobil

Periksa juga kondisi mobil. Apalagi sebelum berwisata ke Bali. Karena inilah komponen utama saat ingin berwisata ke Bali dengan mobil sendiri.

Periksa dengan teliti semua bagian mesin, tekanan ban, air radiator, aki mobil, lampu mobil, bantalan rem, AC dan bagian lainnya. Nah, untuk pemeriksaan yang lebih detail, Anda bisa membawa mobil tersebut ke bengkel mobil saja.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan kelengkapan dokumen mobil. Seperti SIM dan STNK. Ini untuk mengantisipasi pemeriksaan lalu lintas. Dan jangan lupa untuk melengkapi mobil dengan dongkrak, ban serep dan alat darurat lainnya untuk berjaga-jaga.

Memeriksa Kesehatan Tubuh

Selain memeriksa kondisi mobil, Anda juga perlu memeriksakan kesehatan Anda. Anda harus memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi fit sebelum melakukan perjalanan ke Bali.

Jika tubuh Anda kurang fit, menunda perjalanan akan lebih baik. Karena ketika kekebalan tubuh menurun maka risiko Anda terkena virus semakin tinggi. Serta dapat menghambat dan mengurangi kenyamanan perjalanan anda.

Selain itu, Anda juga wajib membawa perlengkapan pencegah Covid-19. Seperti masker, hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, pelindung wajah dan sarung tangan sekali pakai. Mencegah risiko terkena virus saat bepergian atau di tempat wisata.


Share:

Terkini